Wednesday, October 18, 2017

Ketika Orang Introvert Jatuh Cinta


ketika seorang introvert sedang jatuh cinta , ia akan jatuh cinta dalam definisi yang sangat sederhana , tanpa alasan yang rumit , tanpa obsesi yang berlebihan , dan tanpa pengharapan yang terlalu banyak untuk diterima . hanya sekedar ia jatuh cinta dan tak ada definisi lain akan hal itu .pada umumnya ketika seorang introvert jatuh cinta , maka cintanya akan benar benar tulus . seorang introvert akan benar benar hanya memberikan cintanya pada satu orang dalam satu waktu .

Selain itu ketika seorang introvert sedang jatuh cinta ia akan benar benar setia .hal itu sangat jelas , karena orang introvert bukanlah orang yang mudah jatuh cinta . ia selalu mencari alasan ketika ia memutuskan untuk berteman dengan seseorang , ia selalu mencari orang yang bisa membuatnya nyaman , dan bisa ia peraya . apalagi soal cinta , ia akan sangat berhati hati terhadap perasaannya , ia mungkin terlihat seperti salah satu dari orang orang yang takut berkomitmen dengan cinta . namun sebenarnya ia hanya ingin mencintai satu orang seumur hidupnya . oleh karena itu ketika seorang introvert jatuh cinta , meski tanpa alasan yang rumit dan logis , maka perasaan tersebut adalah hal benar benar tulus .


Ketika seorang introvert jatuh cinta ia akan berharap bahwa cinta tersebut adalah cinta terakhir yang dimilikinya . ia selalu berharap agar jatuh cinta hanya pada satu orang seumur hidupnya . ketika seorang introvert telah jatuh cinta maka akan sulit baginya melupakan cinta tersebut . orang introvert dapat jatuh cinta pada seseorang dalam waktu yang lama , bahkan mungkin sangat lama . orang introvert benar benar setia , ia akan menunggu orang yang disukainya sampai orang tersebut menyadari keberadaannya . ia dapat menunggu dalamwaktu yang lama , bahkan mungkin ia akan tetap menunggu orang tersebut meski butuh waktu bertahun tahun .

Orang introvert memanglah orang yang sensitif dan peka soal perasaan , meski tak pernah mengungkapkannya orang introvert sangatlah memahami bahasa hati dan sangat menghargai suatu hubungan . sangat mudah untuk membuatnya bahagia karena satu kata sapaan seperti kata hi ! dan senyuman dari orang yang ia sukai saja sudah cukup untuk membuatnya merasa bahagia .

Rumitkah Mencintai Orang Introvert ?

Hanya berani menatap tetapi tidak berani berinteraksi


Cuma berani curi-curi pandang aja tapi nggak berani ngajak ngobrol, itu bukan karena si dia cemen lho guys. Tetapi karena dia tidak nyaman berinteraksi dengan orang lain. Dan kebanyakan mereka (orang introvert) justru cenderung lebih pasif dengan orang-orang yang mereka sayangi. Jadi sabar aja guys, dia akan menemukan waktu dengan sendirinya kok untuk say hello sama kamu.

Tidak peka terhadap segala macam kode yang di berikan


Untuk kamu yang merasa sudah melemparkan seribu macam kode untuk dia tetapi dia tetap gabergerak juga, jangan nyerah dulu guys. Sebenarnya dia sudah peka sejak lemparan kode pertama lho. Karena mereka sangan pintar menganalisis, mereka bahkan telah berfikir lebih jauh dari yang kamu fikirkan. Mereka memilih tetap diam karena takut salah bicara, karena itu dia sangat memikirkan apa yang harus dia katakan, yang mengakibatkan dia cukup lama merespon kamu.

Dia terlalu tertutup


Padahal kamu sudah sangat terbuka, tetapi dia masih sangat tertutup. Jangan tersinggung dulu ya guys, itu karena mereka memang tidak pernah membagi ceritanya pada orang sembarangan, kebanyakan mereka menyimpan dan menanggungmasalahnya sendirian lho guys. Jadi jika kamu ingin dia terbuka dengan kamu, maka kamu harus memakluminya, dan mencobanya pelan-pelan. Jika sudah merasa terbiasa dan merasa nyaman maka tidak mustahil dia akan mempercayai kamu.

Jarang Bicara


Kamu hampir menganggap si dia tidak bisa bicarakarena dia selalu diam, padahal meski begitu mereka (orang introvert)  adalah seorang pendengar yang sangat baik. Meskipun jarang sekali bicara bukan berarti dia tidak peduli, dia justru mendengarkan apa yang kamu bicarakan dengan sangat baik, bahkan jika kamu bicara hal yang tidak penting sekalipun.


Saturday, October 14, 2017

Masalah dan Kesalahpahaman terhadap Introvert



Pernahkah Anda bertemu orang yang sulit dimengerti? Harus diseret hanya untuk jalan-jalan, makan-makan, kongkow, pesta, atau sekedar kumpul-kumpul? Berpikirnya seribu kali kalau diajak main? Mahal suaranya? Jarang menyapa walaupun dia baru pulang dari jauh? Jika demikian mungkin Anda sedang berhadapan dengan introvert. Saya sendiri termasuk dalam kategori ini.

Introvert? Mahluk apa lagi itu? Kedua istilah introvert dan ekstrovert diistilahkan oleh psikolog Carl Jung pada tahun 1920. Beliau mendefinisikan keintrovertan sebagai “an attitude-type characterised by orientation in life through subjective psychic contents” dan keekstrovertan sebagai “an attitude type characterised by concentration of interest on the external object“.

Mudahnya, introvert adalah orang yang menemukan kedamaian dalam kesendirian. Akan tetapi, hal ini sering disalah pahami oleh orang sebagai “introvert itu pemalu” atau “introvert itu hikikomori” atau bahkan “introvert itu antisosial”. Hal ini sama sekali tidak benar.

Introvert tidak mesti pemalu.

Kondisi pemalu timbul karena penderitanya takut atau tidak nyaman dalam kondisi sosial. Mereka cenderung gugup dalam bertemu orang lain dan canggung dalam mengungkapkan sesuatu. Hikikomori meningkatkan skala ini menjadi mengurung diri atau hanya mau tinggal dirumah saja. Biasanya mereka takut berinteraksi dengan manusia 3D ataumungkin antrofobia. Introvert pada umumnya tidak.

Lebih tepatnya, kami mengganggap orang lain itu melelahkan atau mungkin reseh.

Ekstrovert merasa hidup jika bertemu orang lain dan redup jika sendirian. Mereka cenderung bosan atau kesepian dalam kondisi sendirian.

Jika ekstrovert sendirian barang lima-sepuluh menit, mereka akan langsung mencari ponselnya atau membuka jejaring sosial. Sebaliknya,orang introvert cenderung lelah setelah beberapa jam dalam mode sosial.

Setelah itu, kami butuh waktu untuk mendamaikan dan menenangkan diri. Ngecas lah,intinya. Ini bukan antisosial. Bukan pula tanda-tanda depresi. Bagi kami kesendirian sama seperti tidur untuk mengumpulkan kembali pikiran-pikiran dan informasi yang didapat setelah bersosialisasi tadi.

Hasil riset menyatakan bahwa introversi (keintrovertan) dan ekstroversi (keekstrovertan) berhubungan dengan keturunan atau setidaknya berhubungan dengan komponen genetik. Pada buku Introvert Advantage Making Inner Strengths, dijelaskan bahwa neurotransmitter pada otak introvert dan ektrovertmemiliki jalur dominan yang berbeda. Introvert cenderung terlalu sensitif terhadap Dopamine, terlalu banyak rangsangan luar membuat mereka lelah. Sebaliknya,ekstrovert tidak bisa mendapatkan cukup Dopamine sehingga mereka butuh Adrenaline untuk membuatnya sebagai pasokan untuk otak.

Jalur peredaran darah pada otak keduanya juga berbeda. Suatu studi mengatakan bahwa peredaran darah pada introvert banyak terjadi di lobus frontaldi daerah yang bertugas mengatur pemrosesan internal seperti perenungandan banyak terkait dalam proses perencanaan dan pemecahan masalah.

Sedangkan peredaran darah ekstrovert banyak mengalir pada lobus temporal dan posterior thalamus yang banyak berurusan dengan masalah indera dan emosi.

Jumlah Introvert

Introvert cenderung sedikit dalam populasi global: hanya 25-30%. Hal inilah yang menyebabkan introvert cenderung sulit dimengerti orang banyak karena memang kami minoritas, karena masyarakat jarang dilatih untuk berhadapan dengan orang seperti kami. Banyak kesalahpahaman terjadi atas introvert khususnya dari kalangan ekstrovert. Bahkan mungkin bagi seorang introvert sendiri, aksi introvert lain agak kurang bisa dimengerti. Hal ini tidak lain disebabkan karena cara dunia ini bekerja dan kondisi sosial bekerja ditetapkan oleh para ekstrovert tanpa mempertimbangkan bagaimana introvert bereaksi.

Introvert itu arogan?

Tidak juga. Kesalahpahaman ini mungkin ada hubungannya dengan wujud kami yang lebih cerdas, lebih berkepala dingin, lebih tenang, lebih reflektif, dan lebih sensitif dibanding ekstrovert. Selain itu, mungkin karena kami kurang melakukan basa basi, kekurangan yang sering dianggap oleh ekstrover sebagai tindakan meremehkan. Introvert cenderung berpikir sebelum berbicara sedangkan ekstrovert berbicara sambil berpikir.

Inilah mengapa rapat-rapat para ekstrovert tersebut memakan waktu tidak kurang dari 4 jam. Introvert hampir selalu memperkirakan setiap perkataannya atau bisa dibilang cenderung kalkulatif. Apakah perkataan ini penting, bisa dianggap lucukah, cocokkah ini dengan konteks, bagaimana kira-kira reaksi pendengarnya, atau bagaimana efek jangka panjangnya. Dengan demikian introvert kemungkinan besar tidak pernah keceplosan, semuakata-katanya terencana. Kalaupun pernah terdengar seperti keceplosan, pasti itu disengaja. Saya sendiri pernah beberapa kali melakukan hal ini.

Introvert itu pendiam? Mahal suaranya?

Introvert bukan pendiam walaupun kami memang cenderung diam alias tidak banyak bicara. Hanya saja  introvert tidak suka berbicara yang remeh temeh apalagi dengan sembarangan orang kecuali mungkin dengan beberapa orang yang baru bertemu pertama kali.

Dengan demikian introvert hanya berbicara jika memang dibutuhkan. Introvert lebih suka menjadi pengamat (observer)dan menganalisa keadaan. Hey, orang yang terkuat dalam suatu ruangan atau rapat biasanya yang paling pendiam, bukan? Jika dia sudah bicarayang lain pasti mengangguk-angguk.

Intinya introvert bukan tidak suka berbicara. Merekahanya tidak suka basa-basi kecuali mungkin dengan teman dekat. Mereka juga cenderung lebih suka pembicaraan yang serius dan mendalam dibanding pembicaraan yang melebar. Kemudian, coba saja ajak saja seorang introvert mengobrol hal yang dia sukai, bisa tidak berhenti-berhenti bicaranya. Mereka juga bukan orang yang tidak pandai berbicara. Banyak seorang introvert yang bisa memberikan presentasi yang hebat. Bahkan banyak CEO yang mengakubahwa mereka itu sebenarnya introvert, misalnya Bill Gates.

Karena berpikir sebelum bicara dan tidak suka basa-basi, orang yangbicara dengan introvert biasanya tidak luwes, kadang berhenti atau jedacanggung (awkward) di tengah. Mentok. Akan tetapi, karena sifat mereka yang cenderung diam dan kalkulatif, mereka bisa menjadi pendengar yang baik dan terkadang solutif.

Introvert cenderung tertutup?

Mungkin benar. Karena tidak banyak bicara, introvert cenderung tertutup. Introvert juga tidak suka membicarakan dirinya atau hal pribadi ke sembarangan orang. Tidak seperti ekstrovert yang biasanya bicara sampai berbusa-busa dan sering melakukan dialog semi internal, mengutarakan kekecewaan, menjelaskan siapa dirinya, dan apa yang telah ia perbuat ke semua orang. Seringnya perilaku ekstrovert ini membuat gila orang introvert yang mendengarnya. Tidak seperti ekstrovert, introvert sering menyalahkan diri sendiri dan hanya mengutuk kegelapan.

Oh ya, karena introvert cenderung tertutup berbahagialah kalian yang mendapati orang introvert sebagai teman Anda yang bisa bicara terbuka tentang dirinya kepada Anda. Ia bisa menjadi teman setia sepanjang hidup.

Introvert juga tidak suka dirinya dibesar-besarkan atau jadiperhatian orang. Berbeda dengan ekstrovert yang tidak akan ragu atau canggung saat memamerkan pencapaian IP atau target di blognya atau detail mata kuliah yang diambil semester lalu beserta nilainya atau berhasil wisuda dengan cum laude. Introvert tidak. Kami tidak suka jadibahan pembicaraan. Kami akan cenderung diam misalkan saat menang lomba, mendapat penghargaan, atau pertukaran pelajar ke luar negeri. Saya sendiri pun akan begitu. Misalkan saya mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar ke luar negeri tidak akan ada yang tahu meskipun itu teman dekat sendiri mungkin hingga beberapa hari keberangkatan. Saya tidak suka hal itu mengubah pandangan orang atau jadi bahan pertanyaan saat ketemu. Tidak penting.

Introvert tidak sopan?

Sama sekali salah. Saya sudah menyebutkan bahwa introvert tidak sukabasa-basi bukan. Kami hanya ingin semua orang hidup jujur apa adanyatanpa ada kata-kata remeh temeh penghalus belaka.Kami tidak suka mengucapkan selamat baik itu selamat ulang tahun,selamat lebaran, selamat jalan, atau selamat tinggal. Kemudian, kamimenganggap pemberian testimoni dan sebagainya itu adalah hal yang melelahkan.

We will never look forward to it. Bahkan kami (atau setidaknya saya) hanya akan memberikan sapaan sedikit (seperlunya) kepada teman yang ketemu di jalan. Meskipun mungkin, jika saya melihat orang lain pergi jauh (misal keluar negeri) tanpa mengucapkan salam perpisahan saya sendiri juga menganggap hal itu kurang sopan walaupun sepertinya saya juga akan melakukan begitu. Begitu pula kebanyakan orang khususnya ekstrovert. Hal ini tidak lain buku etika yang banyak beredar dan diajarkan di sekolah mengatakan demikian dan ini tak diragukan lagi ditulis oleh ekstrovert. Karena ekstrovert berkuasa, masyarakat pun cenderung memberikan ekspektasi dan akhirnya yang demikian terjadi.

Oleh karena itu, jangan heran terhadap orang yang tidak mau memulai menyapa Anda setelah ia pulang dari bepergian jauh karena bisa jadi diaitu introvert dan menganggap hal itu tidak perlu atau bahkan melelahkan.

Sebaliknya, jika Anda mampu datangilah dia dan beri sapaan duluan.Yakinlah mereka akan membalas dengan senyum.

Saya juga membayangkan (dan sepertinyaini memang pernah terjadi) dua sahabat yang masing-masing introvertbertemu sejak lama bertemu hanya akan berhadapan dan bersalaman denganpandangan yang lebih bermakna daripada kata-kata.

Oh ya, meskipun tidak suka basa-basi, tidak berarti introvert tidaksuka atau tidak bisa melucu loh ya. Justru biasanyamereka memilikihumor masing-masing yang orisinil dan berbeda.

Introvert antisosial?

Sama sekali tidak. Memang introvert lebih nyaman dengan pikirannya sendiri. Mereka suka berpikir, suka berkhayal, dan cenderung beraktifitas sendirian atau melibatkan sedikit orang. Akan tetapi, seperti yang ditekankan di atas, introvert bukan benci berinteraksi. Hanya saja kami cenderung tidak ingin melakukan hal yang tidak perlu. Konservasi energi adalah motto kami.

Bertentangan dengan pendapat kebanyakan, introvert juga suka bersosialiasi tetapi dalam cara yang berbeda dan frekuensi yang lebih sedikit dibanding ekstrovert. Kami juga suka kok diajak pergi jalan-jalan hanya saja jika ada kepentingan misal untuk membeli sesuatu, menonton film, atau foto-foto, bukan cuma kongkow tidak jelas. Setelah itu, jika terlalu kami, kami butuh waktu untuk mengecas energi lagi danmengatur pikiran kami.

Akan tetapi, memang introvert lebih nyaman relaksasi di tempat yang tenang dibanding di tempat ramai (seperti pesta). Itulah mengapa kami susah diajak ke acara-acara atau pesta (misalnya syukuran wisuda) yang ramai. Jika kami datang pun kami tidak tahu harus berbuat apa disana.


Terus kalau ketemu orang introvert gimana?

Jika bertemu orang introvert sapalah dan ajak bicara. Intinya mulailah percakapan. Sudah saatnya orang ekstrovert mengenail lebih jauh orang-orang introvert dan melatih diri berkomunikasi dengan mereka.

Mereka tidak menyapa Anda bukan karena mereka tidak sopan, Anda tidak penting, atau bagaimana. Hanya saja itu sudah menjadi bagian dari psikologi mereka. Akan tetapi jangan terlalu banyak bicara keluar topik (off topic) atau tidak sesuai konteks (atau basa basi lah kasarnya) dengan mereka. Hal itu justru akan membuat mereka lelah.

Bagaimana saya memberi tahu teman saya bahwa saya mendukung dia dan menghargai keputusannya menjadi introvert?


Seperti yang dipaparkan di artikel Caring Your Introvert (yang memang juga menjadi basis utama tulisan ini) mengenai langkah baik menangani seorang introvert. Pertama, ketahuilah bahwa introvert bukanlah pilihan. Ia bukan gaya hidup. Ia adalah orientasi. Kedua, jika mememukan introvert sedang melamun atau diam atau bingung dikeramaian, jangan menanyakan “kenapa mas?” atau “sehat gan? ada masalah?”. Ketiga, jangan juga mengatakan hal selainnya.


Introvert dan Bipolar Disorder


Hampir semua ciri-ciri anak Indigo dimiliki introverters..
 
Dan tidak jarang mereka mengidap Bipolar Disorder atau Gangguan Bipolar..
Bipolar tidak disebut Gangguan jika pengidap sudah bisa mengendarainya..
Mungkin disebut 'Orang dengan Bipolar' kata 'Gangguan' dihilangkan..Tetapi, Bipolar disebut 'Gangguan' jika, sudah banyak memberi pengaruh terhadap Keseharian seseorang.

Bagaimana anak Indigo dan Introverters memiliki Bipolar?

Bipolar adalah sebutan untuk 'Perubahan ayunan Mood dalam waktu singkat
Depresi ke Manic (Low motivasi ke Girang) biasanya terjadi per-jam/hari  
Hiper Depresi ke Hyper Manic (terlalu low motivasi ke maniak girang) biasanya terjadi perminggu
Hypo Depresi ke Hypo Manic (sedih tetapi hampa ke bahagia yang hampa) biasanya terjadi perbulan.

'Bentuk Gangguan Bipolar' antara lain akan pengaruhi : 'Kebetahan' kerja; belajar, pacaran, perkawinan

Solusinya adalah : 'Ketabahan' kerja ; belajar, pacaran, perkawinan Dengan cara:

1. Berteman dengan orang yang produktif 'talkless do more' sehingga akan terikut suasana untuk terus bersemangat

2. Hindari sumber emosi rendah-tinggi dan halusinasi: musik mellow-metal anarki, drama mellow-drama anarki, narkoba,

3. Tenangkan jiwa dengan bersyukur dan memotivasi diri, terus melihat kesulitan hidup orang lain yang melebihi kita

4. Jauhi persainganHidup kita adalah untuk mencari ketenangan bukan hanya prestasi

5. Ini tips dari penelitian saya setelah saya menikah!Koleksi video, majalah porno karena dengan itu bisa menransfer mood yang rusak menjadi baik.

Bipolar ada bukan karena stress dan ketidak sabaran tetapi juga Gengsi dan kebiasaan bermanja atau kecil hati menerima terpaan keras di kehidupan...

Mari jujur berbicara dari mata ke muka..

Benar?
Rata-rata pengidap Bipolar akan langsung pundung karena dibentak/dikritik/ditekan lalu undur diri dari suatu projek karena terbiasa bebas berkreasi dengan cara sendiri...

Hadapi kenyataan, di dunia luar kita akan banyak jumpa pada jenis-jenis manusia dengan cara kerja beda..Dan bunuh Gengsi 'Ah aku bisa sendiri' tetapi pelihara 'Aku bisa Mandiri'.

.'Mandiri' bukan mandi dengan cara kita sendiri tetapi mandi sendiri meskimengukuti intruksi mama agar kita sabun badan dulu baru kaki..Bagaimana bisa anak Indigo memiliki bipolar?

Selain Gengsi yang mayoritas ada, kembali ke stress.. Anak Indigo sering dibully dan melihat penampakan vision / mahluk invisible, itu akan membuat shock atau tidak nyaman lalu akan nyaman kembali seperti perubahan mood pada Bipolar, bisa tidak mengganggu/mengganggu.

Bipolar sering diidap siapa saja!
Gangguan Bipolar bukan Gila..
Tidak perlu minder...

Hanya perlu agar terus menyatu dengan banyak orang, jangan merenung sendirian karena bisa memicu depresi/bad mood/low motivasi...

Apakah ada yang seperasaan dengan statemen ini? Apakah anda indigo? Apakah anda introvert ber-bipolar?

Thursday, October 5, 2017

10 Orang Introvert Paling Terkenal di Dunia


"10 Orang Introvert paling terkenal"

 
1. J.K. Rowling
Pengarang Buku Harry Potter ini terkenal introvert di kalangan teman-teman dekatnya. Memang, sih, mereka yang berkarakter introvert sering merasa paling kreatif justru ketika sendirian dan berkutat sama imajinasinya. Rowling sendiri bilang, ide membuat Harry Potter muncul pada tahun 1990, ketika dia lagi travellingsendirian di kereta yang delay dari Manchester ke London.

2. Christina Aguilera
Christina mungkin kelihatan hiperaktif banget kalau di pangggung. Tapi ternyata, di kehidupan nyata, Christina lebih senang sembunyi dari keramaian. Salah satu reporter dari majalah Marie Claire, Gaby Wood, pernah bilang bahwa Christina adalah orang yang pemalu waktu diwawancara. Gaby malah pernah nggak mengenali Christina, karena dia cuma berpakaian layaknya cewek biasa dan bukan artis.

3. Albert Einstein
Ilmuan dunia yang terkenal dengan Teori Relativitasnya ini seringkali disebut introvert. Quote Einstein sering dikutip oleh banyak introvert lainnya adalah “The monotony and solitude of a quiet life stimulates the creative mind”.

4. Emma Watson
Emma Watson mengaku dia jarang banget pergi ke pesta-pesta. Dalam sebuah wawancara dengan majalah di Inggris, Emma pernah bertanya-tanya kenapa dia kayak gini. “There must be something wrong me,” kata Emma. Tapi seiring waktu, Emma mulai terbiasa dan menerima bahwa nggak semua orang suka pesta dan kumpul-kumpul.

5. Mahatma Gandhi
Karya Gandhi dalam bernegosiasi membuktikan bahwa orang introvert juga punya kesempatan besar untuk sukses. “In a gentle way, you can shake the world”adalah salah satu quote Gandhi yang fenomenal.

6. Lady Gaga
"I don't meet that many other artists because I'm actually kind of shy. I always feel shy in the Hollywood scene. I feel a bit like I did in high school, like I don't really fit in." – Lady Gaga
Nggak percaya ‘kan Lady Gaga sebenarnya pemalu? Secara do’i punya cara luar biasa dalam mengekspresikan diri dengan berbusana unik dan eksentrik!

7. Barack Obama
Presiden Amerika Serikat ini terkenal tegas, to the point, dan (ternyata) introvert. Dalam sebuah artikel di New York Times, sang penulis Peter Baker bilang, Obama selalu berpikir sebelum bicara. Dia lebih nyaman berada berdiskusi dengan sekelompok kecil orang dan terlibat diskusi yang sangat dalam.

8. Mark Zuckerberg
Kepribadian Mark Zuckerberg yang introvert malah membantu Mark membuat dan mengembangkan Facebook. Kesendirian Mark justru bikin dia punya ide-ide inovatif untuk Facebook. Kata Sheryl Sandberg, Facebook COO, dikutip New York Times post, Mark yang introvert sering banget dianggap dingin dan sombong. Padahal kalau udah kenal dan deket, Mark adalah pribadi yang hangat.

9. Zayn Malik
Pop star kece yang baru putus sama Gigi Hadid ini bilang dia adalah introvert sejati. Zayn memang suka banget nyanyi, tapi dia nggak pernah mengharapkan punya fan base sebesar sekarang. Zayn bilang, dia masih suka nggak tahu gimana harus bersikap di keramaian, lho.

10. Keira Knightley
Keira nggak malu-malu bilang kalau dia culun banget di setiap acara kumpul-kumpul. Keira mengaku lebih suka duduk di pojokan dan berusaha ngajak satu orang ngobrol. Atau malah, Keira lebih suka ke dance floor lalu joget-joget sendirian. Yang penting nggak bersosialisasi!

Thursday, September 21, 2017

7 Perbedaan Introvert dengan Anti Sosial



Banyak orang yang mengartikan introvert adalah anti sosial dan sebaliknya. Padahal dua hal tersebut adalah dua hal yang berbeda. Introvert sangat berbeda dengan anti sosial dan sebaliknya. Sebaiknya kamu mengenali perbedaannya dan mencari tahu apakah kamu itu memang introvert atau anti sosial.

Di bawah ini adalah 7 perbedaan antara intriovert dan anti sosial. Jangan sampai kamu salah paham mengira kamu adalah introvert padahal sebenarnya ansos. Menjadi ansos bukanlah hal yang baik sehingga kamu harus menghindarinya.


1. Introvert lebih nyaman sendiri tapi sanggup memiliki hubungan baik dengan orang lain sedangkan ansos tidak mampu berhubungan dengan orang lain dalam cara yang sehat.

Introvert hanya suka melakukan semua hal sendiri, lebih nyaman dengan sepi daripada ramai. Tapi, dia sanggup menjalin hubungan yang sangat baik dengan orang lain. Dia tidak menutup dirinya untuk berkenalan dengan orang baru. Berbeda dengan ansos yang tidak bisa memiliki hubungan dengan orang lain dengan cara yang sehat. Dia memiliki masalah dengan dirinya sendiri.


2. Introvert adalah kepribadian sedangkan ansos adalah masalah kesehatan mental.

Anti sosial hampir sama dengan psikopat. Dia suka memanipulasi, mempengaruhi, membenci dan menolak segala sesuatu yang baik. Ansos melihat segala hal secara negatif. Beda dengan introvert yang adalah kepribadian yang tertutup. Introvert hanya sosok yang tertutup, bukan sosok yang membenci orang lain.


3. Orang ansos bisa jadi sangat ekstrovert dan terbuka sedangkan introvert tidak bisa menjadi ekstrovert.

Jangan mengira bahwa ansos itu pasti tidak suka berkumpul dengan orang lain, ansos juga bisa menjadiekstrovert dan sangat terbuka jika dia mau. Biasanya, dia menjadi seperti itu dengan alasan tertentu dan dengan alasan yang negatif. Sedangkan introvert jelastidak bisa menjadi ekstrovert karena mereka adalah kepribadian yang berbeda.


4. Introvert menikmati hubungan dengan orangy ang dekat dengannya, sedangkan ansos tidak punya rasa empati.

Introvert punya rasa empati. Dia juga menikmati hubungannya dengan orang yang dekat dengannya dan merasa peduli tentang perasaan orang lain. Sedangkan ansos tidak peduli tentang perasaan orang lain. Orang yang ansos adalah orang yang egois, yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.


5. Introvert tidak perlu disembuhkan atau diubah sedangkan ansoso butuh diubah.

Introvert tidak perlu diubah. Itu adalah kepribadian yang positif dan tidak apa-apa jika orang memiliki kepribadian sebagai seorang introvert. Sedangkan ansos itu penyakit yang perlu disembuhkan. Anti sosial butuh diubah karena kalau tidak dia akan menyakiti orang lain dan dirinya sendiri.


6. Introvert bisa ramah dengan siapa saja sedangkan ansos menganggap semua orang adalah musuh.

Walau tertutup, Introvert bisa ramah dengan siapa saja. Berbeda dengan anti sosial yang menganggap semua orang itu musuhnya, dia tidak bisa percaya dengan orang lain dan menganggap semua orang punya maksud jahat padanya.


7. Introvert menghabiskan waktu dengan melakukan apa yang dia suka sedangkan ansos menghabiskan waktunya untuk berpikir bagaimana caranya memanipulasi orang lain.

Introvert walau suka menyendiri akan melakukan hal-hal yang dia suka sendirian, bukan memikirkan orang lain dan menyusun rencana untuk memanipulasi orang lain seperti yang ansos lakukan. Karena orang yang anti sosial memiliki masalah dengan dirinya sendiri, makanya dia ingin membuat masalah dengan orang lain juga.


Semua hal di atas adalah pembeda antara anti sosial dan introvert. Jangan sampai kamu salah paham dan menyamakan keduanya. Introvert adalah kepribadian yang positif dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika kamu memiliki kepribadian tersebut. Berbeda dengan ansos yang negatif dan butuh diubah.


Tuesday, September 19, 2017

6 Tokoh Dunia Yang Introvert



Mereka malas terlibat dengan keramaian yang tak berguna.
Introvert lebih suka terlibat dengan sesuatu yang bersifat psikis daripada fisik.
Lalu ..
apakah introvert itu berarti buruk?
Nyatanya tidak seperti itu.

Ini dia 6 tokoh dunia yang introvert.

Dengan berbagai stigma miring terhadap sifat introvert yang dianggap susah bergaul hingga antisosial, nyatanya tokoh besar ini mampu membuktikan pada dunia bahwa introvert tidak selalu kalah.
Ia bisa menjadi pemenang dalam karirnya masing-masing.
Bukan kehebohan seperti lawannya, si ekstrovert, harapan kita dari si introvert adalah karya-karya yang bermanfaat.

Di halaman ini Anda akan menemukan beberapa tokoh besar yang mampu bertahan dan berkembang luar biasa.
Sekalipun, mereka adalah introvert.

Tokoh Dunia yang Introvert

Mereka introvert, tapi tidak rendah diri.Mereka introvert, tapi tidak menyerah.Mereka introvert, tapi mampu ‘menghidupkan’ hidupnya hingga menemukan wadah tepat untuk mengembangkan bakatnya.

1. J.K. Rowling

 

Introvert bisa bekerja secara tim maupun sendiri.
Tapi, performa terbaiknya akan keluar saat mereka diberi kebebasan berpikir dan mengotak-atik sesuatu secara mandiri.

Inilah yang terjadi pada penulis nover berseri Harry Potter.
Selain digemari, tulisannya pun telah diangkat ke layar lebar yang kemudian menjadikannya sebagai salah satu penulis terkaya dunia dengan kekayaan mencapai Rp 250 miliar.
J.K. Rowling mengaku sebagai orang yang pendiam, tenang dan suka menuangkan isi pikirannya ke dalam tulisan sejak 6 tahun.

Itu semua dilakukannya secara independent dan otodidak.

2. Bill Gates


Ia dikenal sebagai pemuda yang hening, tak banyak bicara dan terkesan malu-malu.
Tapi, sang penemu Microsoft ini akan langsung berubah antusias dan menggebu-gebu saat membicarakan tentang komputer.

Inilah ciri khas dari kepribadian introvert . .

mereka berubah aktif dan berhasrat saat membicarakan sesuatu yang menjadi minatnya.
Jadi, kita tidak bisa menjudge seorang introvert sebagai pendiam.
Karena mereka bisa menjadi cerewet bahkan melebihi si ekstrovert saat membicarakan apa yang menjadi kesukaannya dengan orang yang tepat.
Pada suatu kesempatan, Gates pernah berujar,
Saya pikir introvert bisa melakukannya dengan baik. Jika Anda pintar, Anda dapat belajar untuk mendapatkan manfaat menjadi seorang introvert, yang mungkin, katakanlah, bersedia untuk pergi selama beberapa hari dan berpikir tentang masalah yang rumit, membaca segala sesuatu yang Anda bisa, mendorong diri sendiri dengan keras untuk berpikir keluar dari tepi pada daerah itu.

3. Audrey Hepburn

Ungkapan bintang film Breakfast at Tiffany’s yang paling terkenal karena kejujurannya terhadap karakternya adalah . .
Aku seorang introvert. Aku suka sendirian sekalipun itu di luar. Menyusuri jalan dan berbincang dengan anjingku. Menikmati pepohonan, bunga dan langit.

Ia adalah salah satu contoh tokoh dunia yang introvert.
Siapa bilang introvert itu depresi, aneh, tidak pandai bersosialisasi dan tidak percaya diri?
Ini ada contoh anak introvert yang katanya ‘antisosial’, tapi malah jadi artis.
Padahal, artis begitu dekat dengan istilah ‘ekspresif’ yang katanya menjadi ciri khas dari ekstrovert.
Padahal, artis memiliki pergaulan luas dan sering berada di lokasi ramai saat shooting.

4. Albert Einsten


Ia tidak hanya terkenal karena temuan-temuannya yang kini menjadi dasar ilmu pengetahuan modern.
Om Albert juga terkenal dengan quotesnya yang menarik tentang kehidupan.
Dia adalah contoh bahwa manusia introvert bisa bertahan dan sukses tanpa perlu menutupi kepribadiannya hanya agar orang lain menyukainya.
Masyarakat awam menganggap introvert sebagai karakter negatif. Menyendiri, antisosial dan sesungguhnya merasa kesepian.

Justru, dibalik kesendiriannya itu Albert Einsten mampu menciptakan teori relativitas yang fenomenal.
Karena sendiri tidak selalu berarti sepi.
Justru . .
suasana sepi dan monoton dari kehidupan yang tenang merupakan kunci dari pemikiran yang kreatif.

Itulah ungkapan Albert yang merupakan ekspresi dari sisi introvertnya.

5. Mahatma Gandhi


Penampilan bersahaja, penuh ketenangan dan kelembutan.
3 hal itu menjadi modal utama bagi Gandhi saat menjadi pemimpin nasionalisme India.
Ianya adalah inspirasi dari pergerakan hak dan kebebasan sipil di seluruh dunia.
Gandhi menjadi bukti positif bahwa introvert berbeda dengan pemalu.

Karena dalam setiap kesempatan, ia selalu membagikan pemikirannya kepada orang-orang yang haus akan pengetahuan.
Apakah itu bisa disebut pemalu?
Pemalu adalah atribut psikologis, sedangkan introvert adalah bawaan psikologis.
Jelas, keduanya adalah hal yang berbeda.
Sebagai seorang pemimpin yang introvert, ia pernah berkata, “Dengan cara yang lembut, Anda dapat menggoyahkan dunia.”

6. Nabi Muhammad SAW.


Seperti ungkapan ‘save the best for last’ . .
Nabi Muhammad SAW. adalah manusia dengan kepribadian introvert terbaik yang kami simpan untuk menjadi panutan bagi anak-anak Anda.

Menampilkan kehidupan sederhana yang mampu melepas dunia dengan tinggal di pondok kecil beratapkan jerami.
Kamar-kamarnya pun hanya dipisahkan oleh batang pohon.
Makanan yang beliau anggap nikmat hanyalah madu, susu dan lengan kambing.
Itupun jarang dinikmatinya.
Bisakah Anda membayangkannya?
Padahal, saat itu Nabi SAW. telah menjadi penguasa Jazirah Arab.

Pembawaannya begitu tenang dan menentramkan.

Dalam buku Rindu Rasul yang ditulis oleh Jalaludin Rahmat, Nabinya umat Islam ini digambarkan sebagai sosok pemberani dengan senyum memikat, tapi pada saat-saat tertentu beliau lebih pemalu daripada gadis pingitan.

Muhammad kecil menghabiskan waktunya untuk menggembala kambing.
Saat menggembala itulah, ia berkelana di dalam pikirannya.
Menerawang melalui pemandangan alam di sekitarnya karena ia penasaran terhadap ‘apa yang ada dibalik semua itu’.
Tokoh dunia yang introvert ini, dalam beberapa kesempatan dikisahkan sebagai seseorang yang lebih suka menyendiri.

Bahkan, di masa rejama saat harus menemani sang paman berdagang, setelah sibuk melayani pelanggan, beliau tak ikut berkumpul dengan pedagang-pedagang lainnya.
Nabi Muhammad SAW. lebih suka menyendiri.
Demikianlah, Nabi SAW. terus melakukannya sampai turun kepadanya wahyu ketika beliau sedang menyendiri di gua Hira’.

Beliau adalah contoh abadi, seseorang dengan kepribadian introvert, tapi tetap luwes dalam bergaul dan menjadi orator ulung hingga mampu menyatukan umat Islam di seluruh dunia.
Apakah Anda masih ingin mencibir dan merendahkan orang yang cenderung introvert?


Introvert Punya Jaringan Yang Mewakili Semua Demografis Masyarakat



Dalam hal homophily, sesungguhnya introvert juga mengalami hal yang sama seperti ekstrovert. Mereka juga senang berkumpul dengan sesama introvert. Namun pada akhirnya, orang introvert cenderung punya jaringan pertemanan yang mewakili semua demografis masyarakat. Ini karena introvert menggunakan sifat pendiam mereka untuk menambah kemampuan pengamatan, analisis, dan memahami masyarakat.

Karena sifat pendiamnya juga, kemampuan sosial introvert kelak berguna untuk hubungan, harga diri, dan prestasi kerja mereka lho!

Kontras dengan stigma yang selama ini melekat, ternyata introvert bukanlah komunikator yang buruk. Sebenarnya, mereka adalah komunikator yang baik. Namun mereka lebih suka berada di antara kelompok kecil daripada kelompok besar. Mereka lebih senang menghargai kualitas pertemanan daripada sekedar kuantitas pertemanan. Kualitas pertemanan inilah yang menguntungkan mereka dalam hubungan asmara, harga diri, dan ttak terkecuali prestasi kerja.


12 Pelajaran yang bisa dipelajari dari buku “Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking”



“Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking”oleh Susan Cain. Buku ini seperti cermin bagi seorang introvert, yang akan menunjukkan kekuatan dan kelemahan yangselama ini tidak disadari.

Berikut 12 Pelajaran yang bisa dipelajari buku “Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking”

[1] Berhenti untuk berusaha menjadi extrovert, jadilah INTROVERT apa adanya.

“So stay true to your own nature. If you like to do things in a slow and steady way,don’t let others make you feel as if you have to race. If you enjoy depth, don’t force yourself to seek breadth.

If you prefer single-tasking to multitasking, stick to your guns. Being relatively unmoved by rewards gives you the incalculable power to go your own way. It’s up to you to use that independence to good effect.”

[2] Baik introvert maupun extrovert mempunyai kekuatan masing-masing. Kekuatan introvert diantaranya pantang menyerah dan konsentrasi. Gunakan kekuatan tersebut untuk melakukan apa yang penting bagi diri sendiri.

“The secret to life is to put yourself in the right lighting. For some it’s a Broadway spotlight; for others, a lamplit desk. Use your natural powers — of persistence, concentration, insight, and sensitivity — to do work you love and work that matters. Solve problems, make art, think deeply.”

[3] Introvert dicap ‘anti sosial’, so what? Introvert tidak perlu bersosialisasi dengan setiap orang, cukup hanya dengan teman dekat saja. Fokus ke kualitas dibanding kuantitas. 20% temanmu yang memberikan 80% kebahagianmu (Google konsep pareto)

“..don’t worry about socializing with everyone else. Relationships make everyone happier, introverts included, but think quality over quantity.”

[4] Introvert dan pemalu tidak sama.

“Shyness is the fear of social disapprovalor humiliation, while introversion is a preference for environments that are not overstimulating. Shyness is inherently painful; introversion is not”

[5] Extrovert dan introvert mempunyai metode pembelajaran yang berbeda.

“Balance teaching methods to serve all the kids in your class. Extroverts tend to like movement, stimulation, collaborative work. Introverts prefer lectures, downtime, and independent projects. Mix it up fairly.”

[6] Anak Introvert bukanlah cacat mental yang perlu diobati. Terima apa adanya dan bimbinglah dia.

“Don’t think of introversion as something that needs to be cured. If an introverted child needs help with social skills, teach her or recommend training outside class, just as you’d do for a student who needs extra attention in math or reading. But celebrate these kids for who they are.”

[7] Hasil penelitian membuktikan bahwa Introvert menyukai lingkungan yang bersahabat dan ramah, sedangkan ekstrovert menyukai lingkungan yang berkompetisi.

“These findings suggest something very important: introverts like people they meet in friendly contexts; extroverts prefer those they compete with….

…A very different study, in which robots interacted with stroke patients during physical rehabilitation exercises, yielded strikingly similar results.

…Introverted patients responded better and interacted longer with robots that were designed to speak in a soothing, gentle manner: “I know it is hard, but remember that it’s for your own good,” and, “Very nice, keep up the good work.

Extroverts, on the other hand, worked harder for robots that used more bracing, aggressive language: “You can do more than that, I know it!” and “Concentrate on your exercise!”

[8] Introvert mempunyai kemampuan untuk berperilaku seperti extrovert, SELAMA menyangkut hal yang dianggap penting. Introvert tidak ASBUN (asal bunyi), cukup bunyi sekali dan bermakna dalam. Introvert harus belajar mengungkapkan pendapat, tidak semua hal, melainkan cukup pada hal yang kamu yakinin itu penting.

“You might wonder how a strong introvertlike Professor Little manages to speak in public so effectively. The answer, he says, is simple….Free Trait Theory, we areborn and culturally endowed with certain personality traits — introversion, for example — but we can and do act out of character in the service of “core personal projects.

….In other words, introverts are capable of acting like extroverts for the sake of work they consider important, people theylove, or anything they value highly.”

[9] Apakah Introvert tidak bisa memberikan pendapat atau ide seperti layaknya extrovert? TIDAK!. Introvert bisa memberikanidenya, tetapi dengan caranya sendiri, salah satunya dengan cara menulis.

“Introverts need to trust their gut and share their ideas as powerfully as they can. This does not mean aping extroverts; ideas can be shared quietly, they can be communicated in writing, they can be packaged into highly produced lectures, they can be advanced by allies.

The trick for introverts is to honor their own styles instead of allowing themselves to be swept up by prevailing norms.”

[10] Introvert tidak tahan dengan stimulus ataupun informasi yang berlebihan seperti ekstrovert. Introvert menghabiskan ‘bandwidth’ nya untuk melihat atau observasi.

“Extroverts are better than introverts at handling information overload…. Introverts’ reflectiveness uses up a lot of cognitive capacity, according to Joseph Newman.

On any given task, he says, “if we have 100 percent cognitive capacity, an introvert may have only 75 percent on task and 25 percent off task, whereas an extrovert may have 90 percent on task.” This is because most tasks are goal-directed.

Extroverts appear to allocate most of their cognitive capacity to the goal at hand, while introverts use up capacity by monitoring how the task is going.”

[11] Hasil penelitian menunjukkan bahwa introvert lebih baik dari extrovert untuk tugassosial yang membutuhkan kegigihan.

“Introverts sometimes outperform extroverts even on social tasks that require persistence. Wharton management professor Adam Grant, once studied the personality traits of effective call-center employees.

Grant predicted that the extroverts would be better telemarketers, but it turned out that there was zero correlation between extroversion levels and cold-calling prowess. “The extroverts would make these wonderful calls,” Grant told me, “but then a shiny object of some kind would cross their paths and they’d lose focus.”

The introverts, in contrast, “would talk very quietly, but boom, boom, boom, they were making those calls. They were focused and determined.” The only extroverts to outperform them were thosewho also happened to be unusually high scorers for a separate personality trait measuring conscientiousness.”

[12] Hasil Penelitian Professor Adam Grant, menunjukkan bahwa pemimpin introvert akan lebih efektif apabila memimpin orang-orang yang proaktif dibandingkan pasif. Sedangkan pemimpin extrovert dapat memimpin orang-orang pasif dengan lebih baik.

“Grant says it makes sense that introvertsare uniquely good at leading initiative-takers. Because of their inclination to listen to others and lack of interest in dominating social situations, introverts are more likely to hear and implement suggestions. Having benefited from the talents of their followers, they are then likely to motivate them to be even more proactive.

Introverted leaders create a virtuous circle of proactivity, in other words. In the T-shirt-folding study, the team members reported perceiving the introverted leaders as more open and receptive to their ideas, which motivated them to workharder and to fold more shirts.

Extroverts, on the other hand, can be so intent on putting their own stamp on events that they risk losing others’ good ideas along the way and allowing workersto lapse into passivity. “Often the leaders end up doing a lot of the talking,” says Francesca Gino, “and not listening to any of the ideas that the followers are trying to provide.”

But with their natural ability to inspire, extroverted leaders are better at getting results from more passive workers.”

Dengan membaca buku ini seperti membacapeta medan perang yang menunjukkan bagian yang aman, bagian musuh atau bagian yang berbahaya atau daerah penuh ranjau. Dengan begitu, kita telah dipersiapkan bekal yang cukup untuk maju ke medan perang.

Tetapi dengan membaca peta tidaklah cukup….Kita harus menyesuaikan dan membiasakan diri di medan perang tersebut.

Semoga bermanfaat


14 Ciri Orang Berkepribadian Introvert



Tidak ada yang salah menjadi seorang introvert, ekstrovert, ataupun ambivert. Hanya saja, dengan mengenal kepribadian diri sendiri dan orang lain maka akan lebih memudahkan dalam memahami satu sama lain. Nah berikut ini ciri-ciri seseorang yang memiliki kepribadian introvert, seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (23/8/2013): 

1. Tidak Suka Basa Basi


Orang yang introvert dikenal fobia-basa basi, karena mereka merasakan omong kosong menjadi sumber kecemasan, atau setidaknya menjengkelkan. "Introvert benci basa basi bukan karena tidak suka dengan orang-orang. Tapi kami membenci basa basi karena bisa menjadi hambatan yang tercipta di antara orang-orang," tulis Laurie Helgoe di buku 'Introvert Power: Why Your Inner Life Is Your Hidden Strength.'

2. Pergi ke Pesta Bukan untuk Bertemu Orang


Jika Anda seorang introvert, Anda bisa jadi terkadang menikmati pergi ke pesta. Tapi kemungkinannya adalah Anda tidak pergi ke pesta karena Anda bersemangat bertemu dengan orang baru. Di pesta, kebanyakan introvert akan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang sudah mereka kenal dan merasa nyaman.

3. Merasa Sendiri di Keramaian


Mungkin Anda sering merasa seperti asing di tengah-tengah perkumpulan sosial dan kegiatan kelompok, bahkan dengan orang yang Anda kenal? "Jika Anda cenderung menemukan diri Anda merasa sendiri di tengah keramaian, Anda mungkin seorang introvert," kata Dambling. 

4. Mudah Terganggu


Sementara ekstrovert cenderung mudah bosan ketika mereka tidak memiliki kegiatan, introvert memiliki masalah sebaliknya. Mereka mudah terganggu dan kewalahan di lingkungan yang kelebihan stimulus.

"Ekstrovert umumnya lebih mudah bosan daripada introvert pada pekerjaan yang monoton, mungkin karena mereka membutuhkan dan berkembang pada tingkat tinggi stimulasi," kata peneliti Clark University di makalah yang diterbitkan di Journal of Personalitu and Social Psychology.

5. Bicara di Depan 500 Orang Tidak Terlalu Membuat Stres Dibanding Harus Berbaur Setelahnya


Introvert bisa menjadi pemimpin yang sangat baik dan seorang pembicara yang baik juga. Mereka tidak terlalu pemalu sebenarnya karena tidak selalu menghindari sorotan. Bagi seorang introvert, berbicara di depan ratusan orang masih lebih baik ketimbang berbaur dengan orang-orang itu setelahnya.
Artis seperti Lady Gaga, Christina Aguilera dan Emma Watson, semuanya diidentifikasikan sebagian para introvert, dan sekitar 40 persen dari CEO memiliki kepribadian introvert. 

6. Saat di Bis, Anda duduk di Bangku Paling Pojok, Bukan di Tengah


Orang yang introvert cenderung menghindari dikelilingi orang di semua sisi. "Kami kemungkinan untuk duduk di tempat-tempat di mana kita bisa pergi ketika kita siap," tutur Damling.

7. Memiliki Kekasih Ekstrovert


Benar bahwa yang berlawanan itu menarik, sehingga introvert seringnya tertarik pada ekstrovert. Sebab seorang ekstrovert akan mendorong mereka untuk bersenang-senang dan tidak terlalu serius.

8. Menyaring Telepon


Anda mungkin tidak mengangkat telepon sekalipun dari orang yang Anda suka, namun Anda akan menelepon balik mereka setelah Anda siap secara mental dan mengumpulkan energi untuk perbincangan.

9. Anda Memperhatikan Detail yang Orang Lain Tidak Lakukan


Sisi positif dari introvert adalah sering memiliki mata yang tajam untuk melihat hal detail, yang mungkin tidak dilihat orang di sekitarnya. Penelitian menemukan bahwa introvert menunjukkan peningkatan aktivitas otak saat memproses informasi visual, dibandingkan dengan ekstrovert.

10. Sering Berbicara dalam Hati


"Ekstrovert tidak berbicara dalam hati seperti yang kami lakukan. Kebanyakan introvert perlu berpikir sebelum bicara," tutur Olsen Laney.

11. Tekanan Darah Rendah


Studi di Jepang tahun 2006 menemukan bahwa introvert cenderung memiliki tekanan darah rendah daripada ekstrovert.

12. Anda Seorang Penulis


Introvert sering lebih baik berkomunikasi lewat tulisan daripada secara langsung. Kebanyakan mereka tertarik untuk menyendiri, sehingga cocok sebagai penulis kreatif. Introvert yang sukses dalam bidang tulis menulis adalah pengarang 'Harry Potter', J.K Rowling. JK Rowling mengatakan mereka merasa lebih kreatif ketika memiliki waktu sendiri dengan pikirannya.

13. Anda Memiliki Periode Kegiatan Sosial, Kerja dan Kesendirian


Introvert bisa bergerak dengan menentukan bagaimana mereka harus menyeimbangkan kesendirian dengan aktivitas sosial. Tapi ketika mereka bergerak terlalu banyak dalam sosialisasi dan kesibukan, mereka merasa tertekan dan perlu untuk kembali ke diri mereka sendiri. Demikian pendapat Olsen Laney. 

Artinya setelah para introvert melewati periode kegiatan sosial tinggi, mereka kemudian menyeimbangkan dengan periode kebatinan dan kesendirian. "Ada titik pemulihan yang tampaknya berkorelasi dengan berapa banyak interaksi yang Anda lakukan," kata Dembling. 

14. Terlihat Bijaksana Sejak Usia 20 -an


Orang yang introvert akan mengobservasi dan mengambil banyak informasi. Mereka juga cenderung berpikir sebelum bicara sehingga membuat mereka terlihat lebih bijaksana daripada yang lainnya.
"Orang yang introvert cenderung berpikir keras dan analitis. Itu yang membuat mereka tampak bijaksana," ujar Dambling.


Masalah Orang Berkepribadian Introvert

Masalah yang Biasa Dihadapi penulis yang menurut penulis masuk kriteria introvert.

 

Sebagai salah satu kaum introvert, saya ingin mencurahkan tentang bagaimana rasanya jadi introvert dan masalah apa aja yang biasa dihadapi introvert di kehidupan. Jadi, masalah apa saja yang biasanya dihadapi introvert di kehodipan sehari-hari?

1. Susah Berbaur Karena Pendiam


Introvert sangat terkenal dengan sifatnya yang jarang mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya. Mereka lebih tertarik untuk memperhatikan dan mendengarkan daripada membuang-buang tenaga untuk berbicara. Mereka berbicara seperlunya aja jika ditanya, itupun dengan jawaban yang singkat. Karena itu biasanya mereka memiliki kesulitan untuk berbaur dengan orang lain. Akan tetapi ketika di hadapkan pada sebuah kewajiban dalam hal pekerjaan atau apapun yang sifatnya wajib sebenarnya seorang introvert dapat bergaul dan membaur, terlebih jika seorang introvert bertemu dengan seseorang yang memiliki visi ataupun misi yang sama.

2. Susah Keluar Rumah


Karena sifatnya yang pendiam dan malas untuk berinteraksi dengan banyak orang, introvert biasanya lebih suka diam di rumah, daripada jalan-jalan. Kalau jalan-jalan pun, mereka lebih suka pergi ke tempat yang sepi atau sedikit orangnya, ketimbang tempat yang ramai dan padat orang.Dapat di katakan seorangintrovert keluar rumah hanya ke tempat yang penting menurutnya (atau dan hanya jika ada keperluan saja)

3. Jarang Bisa Ngelucu


Seorang introvert itu biasanya ngebosanin dan susah ngelucu, kalau ngelucu, biasanya juga garing. Seorang introvert juga biasanya gak terpisah dengan suasanaawkward. Untuk itu, hanya orang-orang tertentu yang biasanya bisa bertahan dengan si introvert. Hal ini disebabkan karena mereka jarang berinteraksi dan jarang berbicara, jadi kurang terlatih untuk bisa mengekspresikan dirinya dengan orang lain.Karena kurang terlatihnya berbicara, terkadang apa yang dikatakan akan dipikirkannya kembali, apakah ucapannya itu menyinggung perasaan lawan bicara ataukah tidak. Ketika berbicara hanya yang menurut dia perlu dikatakan.Seorang introvert akan berbicara banyak yaitu ketika diharuskannya berbicara banyak dalam hal pekerjaan ataupun untuk menjadi pembicara, baru seorang introvert dapat berbicara banyak.

4. Suaranya Kecil


Orang-orang introvert biasanya memiliki suara yang kecil. Ini merupakan salah satu alasan kenapa introvert malas berbicara. Karena suaranya yang kecil, jadinya sedikit orang yang biasanya mau mendengarkan mereka. Kalau anda bertanya, kenapa introvert memiliki suara yang kecil? Itu disebabkan karena mereka jarang mengeluarkan suara (berbicara atau berteriak), jadi pita suaranya kurang terlatih.Ketika ada juga yang memang memiliki suara bawaan yang besar/ keras, tentunya akan bersuara keras.

5. Susah Kerja Kelompok


Sikapnya yang susah berinteraksi, membuat introvertsering susah untuk bekerja dalam kelompok. Mereka lebih terbiasa bekerja secara individu. Bekerja sendiri membuat introvert merasa lebih nyaman, karena mereka bisa lebih fokus dan lebih leluasa dalam bekerja. Selain itu, bekerja sendiri menghindarkan mereka dari kebisingan.Dan biasanya seorangintrovert akan dapat diajak untuk kerja kelompok ketika mereka memiliki visi dan misi yang sama.

6. Kurang Nyaman Di Keramaian


Keramaian merupaka hal yang kurang disenangi olehintrovert. Biasanya, berada di tempat keramaian membuat mereka gelisah dan cepat lelah. Karena berbeda dengan extrovert, introvert mendapat energi dari ketenangan dan kesunyian. Jadi, ketika introvert berada di tempat yang ramai, biasanya mereka akan cepat bosan dan lelah, karena energi mereka cepat terkuras.

7. Sering Terperangkap Dalam Kesepian


Walaupun introvert suka dengan suasana yang tenang dan sunyi, mereka sering secara otomatis terperangkap dengan rasa kesepian. Tapi, masalah ini biasanya cuman berlaku dengan introvert yang jomblo.

8. Susah Dapat Pacar


Ini masalah terakhirnya, introvert itu lebih susah mendapatkan pacar daripada extrovert. Ini disebabkan karena kurangnya interaksi dengan dunia luar dan sifat pendiamnya, sehingga membuat introvert sulit untuk menemukan jodohnya. Kemungkinan juga, mereka sudah menemukan jodohnya, hanya saja karena susah berbicara, jadinya ditikung sama orang lain.

Seorang introvert, akan dapat keluar dari kesusahannya ketika mereka menemukan jalan untuk dapat berbaur. Akan tetapi bagi seorang introvert hal ini akan dirasa sungguh sulit ketika dalam bergaul tidak memiliki visi dan misi yang sama dengan dirinya. Dalam hal pekerjaan, seorang introvert akan lebih dapat menempatkan diri sebagai exstrovertkarena faktor kewajibannya, akan tetapi cukup memerlukan waktu dalam bergaul, dikarenakan mereka akan mencari kenyamanan dalam bergaul dan menyatukan ataupun menyamakan visi atau misi pekerjaan.