Wednesday, October 18, 2017

Ketika Orang Introvert Jatuh Cinta


ketika seorang introvert sedang jatuh cinta , ia akan jatuh cinta dalam definisi yang sangat sederhana , tanpa alasan yang rumit , tanpa obsesi yang berlebihan , dan tanpa pengharapan yang terlalu banyak untuk diterima . hanya sekedar ia jatuh cinta dan tak ada definisi lain akan hal itu .pada umumnya ketika seorang introvert jatuh cinta , maka cintanya akan benar benar tulus . seorang introvert akan benar benar hanya memberikan cintanya pada satu orang dalam satu waktu .

Selain itu ketika seorang introvert sedang jatuh cinta ia akan benar benar setia .hal itu sangat jelas , karena orang introvert bukanlah orang yang mudah jatuh cinta . ia selalu mencari alasan ketika ia memutuskan untuk berteman dengan seseorang , ia selalu mencari orang yang bisa membuatnya nyaman , dan bisa ia peraya . apalagi soal cinta , ia akan sangat berhati hati terhadap perasaannya , ia mungkin terlihat seperti salah satu dari orang orang yang takut berkomitmen dengan cinta . namun sebenarnya ia hanya ingin mencintai satu orang seumur hidupnya . oleh karena itu ketika seorang introvert jatuh cinta , meski tanpa alasan yang rumit dan logis , maka perasaan tersebut adalah hal benar benar tulus .


Ketika seorang introvert jatuh cinta ia akan berharap bahwa cinta tersebut adalah cinta terakhir yang dimilikinya . ia selalu berharap agar jatuh cinta hanya pada satu orang seumur hidupnya . ketika seorang introvert telah jatuh cinta maka akan sulit baginya melupakan cinta tersebut . orang introvert dapat jatuh cinta pada seseorang dalam waktu yang lama , bahkan mungkin sangat lama . orang introvert benar benar setia , ia akan menunggu orang yang disukainya sampai orang tersebut menyadari keberadaannya . ia dapat menunggu dalamwaktu yang lama , bahkan mungkin ia akan tetap menunggu orang tersebut meski butuh waktu bertahun tahun .

Orang introvert memanglah orang yang sensitif dan peka soal perasaan , meski tak pernah mengungkapkannya orang introvert sangatlah memahami bahasa hati dan sangat menghargai suatu hubungan . sangat mudah untuk membuatnya bahagia karena satu kata sapaan seperti kata hi ! dan senyuman dari orang yang ia sukai saja sudah cukup untuk membuatnya merasa bahagia .

Rumitkah Mencintai Orang Introvert ?

Hanya berani menatap tetapi tidak berani berinteraksi


Cuma berani curi-curi pandang aja tapi nggak berani ngajak ngobrol, itu bukan karena si dia cemen lho guys. Tetapi karena dia tidak nyaman berinteraksi dengan orang lain. Dan kebanyakan mereka (orang introvert) justru cenderung lebih pasif dengan orang-orang yang mereka sayangi. Jadi sabar aja guys, dia akan menemukan waktu dengan sendirinya kok untuk say hello sama kamu.

Tidak peka terhadap segala macam kode yang di berikan


Untuk kamu yang merasa sudah melemparkan seribu macam kode untuk dia tetapi dia tetap gabergerak juga, jangan nyerah dulu guys. Sebenarnya dia sudah peka sejak lemparan kode pertama lho. Karena mereka sangan pintar menganalisis, mereka bahkan telah berfikir lebih jauh dari yang kamu fikirkan. Mereka memilih tetap diam karena takut salah bicara, karena itu dia sangat memikirkan apa yang harus dia katakan, yang mengakibatkan dia cukup lama merespon kamu.

Dia terlalu tertutup


Padahal kamu sudah sangat terbuka, tetapi dia masih sangat tertutup. Jangan tersinggung dulu ya guys, itu karena mereka memang tidak pernah membagi ceritanya pada orang sembarangan, kebanyakan mereka menyimpan dan menanggungmasalahnya sendirian lho guys. Jadi jika kamu ingin dia terbuka dengan kamu, maka kamu harus memakluminya, dan mencobanya pelan-pelan. Jika sudah merasa terbiasa dan merasa nyaman maka tidak mustahil dia akan mempercayai kamu.

Jarang Bicara


Kamu hampir menganggap si dia tidak bisa bicarakarena dia selalu diam, padahal meski begitu mereka (orang introvert)  adalah seorang pendengar yang sangat baik. Meskipun jarang sekali bicara bukan berarti dia tidak peduli, dia justru mendengarkan apa yang kamu bicarakan dengan sangat baik, bahkan jika kamu bicara hal yang tidak penting sekalipun.


Saturday, October 14, 2017

Masalah dan Kesalahpahaman terhadap Introvert



Pernahkah Anda bertemu orang yang sulit dimengerti? Harus diseret hanya untuk jalan-jalan, makan-makan, kongkow, pesta, atau sekedar kumpul-kumpul? Berpikirnya seribu kali kalau diajak main? Mahal suaranya? Jarang menyapa walaupun dia baru pulang dari jauh? Jika demikian mungkin Anda sedang berhadapan dengan introvert. Saya sendiri termasuk dalam kategori ini.

Introvert? Mahluk apa lagi itu? Kedua istilah introvert dan ekstrovert diistilahkan oleh psikolog Carl Jung pada tahun 1920. Beliau mendefinisikan keintrovertan sebagai “an attitude-type characterised by orientation in life through subjective psychic contents” dan keekstrovertan sebagai “an attitude type characterised by concentration of interest on the external object“.

Mudahnya, introvert adalah orang yang menemukan kedamaian dalam kesendirian. Akan tetapi, hal ini sering disalah pahami oleh orang sebagai “introvert itu pemalu” atau “introvert itu hikikomori” atau bahkan “introvert itu antisosial”. Hal ini sama sekali tidak benar.

Introvert tidak mesti pemalu.

Kondisi pemalu timbul karena penderitanya takut atau tidak nyaman dalam kondisi sosial. Mereka cenderung gugup dalam bertemu orang lain dan canggung dalam mengungkapkan sesuatu. Hikikomori meningkatkan skala ini menjadi mengurung diri atau hanya mau tinggal dirumah saja. Biasanya mereka takut berinteraksi dengan manusia 3D ataumungkin antrofobia. Introvert pada umumnya tidak.

Lebih tepatnya, kami mengganggap orang lain itu melelahkan atau mungkin reseh.

Ekstrovert merasa hidup jika bertemu orang lain dan redup jika sendirian. Mereka cenderung bosan atau kesepian dalam kondisi sendirian.

Jika ekstrovert sendirian barang lima-sepuluh menit, mereka akan langsung mencari ponselnya atau membuka jejaring sosial. Sebaliknya,orang introvert cenderung lelah setelah beberapa jam dalam mode sosial.

Setelah itu, kami butuh waktu untuk mendamaikan dan menenangkan diri. Ngecas lah,intinya. Ini bukan antisosial. Bukan pula tanda-tanda depresi. Bagi kami kesendirian sama seperti tidur untuk mengumpulkan kembali pikiran-pikiran dan informasi yang didapat setelah bersosialisasi tadi.

Hasil riset menyatakan bahwa introversi (keintrovertan) dan ekstroversi (keekstrovertan) berhubungan dengan keturunan atau setidaknya berhubungan dengan komponen genetik. Pada buku Introvert Advantage Making Inner Strengths, dijelaskan bahwa neurotransmitter pada otak introvert dan ektrovertmemiliki jalur dominan yang berbeda. Introvert cenderung terlalu sensitif terhadap Dopamine, terlalu banyak rangsangan luar membuat mereka lelah. Sebaliknya,ekstrovert tidak bisa mendapatkan cukup Dopamine sehingga mereka butuh Adrenaline untuk membuatnya sebagai pasokan untuk otak.

Jalur peredaran darah pada otak keduanya juga berbeda. Suatu studi mengatakan bahwa peredaran darah pada introvert banyak terjadi di lobus frontaldi daerah yang bertugas mengatur pemrosesan internal seperti perenungandan banyak terkait dalam proses perencanaan dan pemecahan masalah.

Sedangkan peredaran darah ekstrovert banyak mengalir pada lobus temporal dan posterior thalamus yang banyak berurusan dengan masalah indera dan emosi.

Jumlah Introvert

Introvert cenderung sedikit dalam populasi global: hanya 25-30%. Hal inilah yang menyebabkan introvert cenderung sulit dimengerti orang banyak karena memang kami minoritas, karena masyarakat jarang dilatih untuk berhadapan dengan orang seperti kami. Banyak kesalahpahaman terjadi atas introvert khususnya dari kalangan ekstrovert. Bahkan mungkin bagi seorang introvert sendiri, aksi introvert lain agak kurang bisa dimengerti. Hal ini tidak lain disebabkan karena cara dunia ini bekerja dan kondisi sosial bekerja ditetapkan oleh para ekstrovert tanpa mempertimbangkan bagaimana introvert bereaksi.

Introvert itu arogan?

Tidak juga. Kesalahpahaman ini mungkin ada hubungannya dengan wujud kami yang lebih cerdas, lebih berkepala dingin, lebih tenang, lebih reflektif, dan lebih sensitif dibanding ekstrovert. Selain itu, mungkin karena kami kurang melakukan basa basi, kekurangan yang sering dianggap oleh ekstrover sebagai tindakan meremehkan. Introvert cenderung berpikir sebelum berbicara sedangkan ekstrovert berbicara sambil berpikir.

Inilah mengapa rapat-rapat para ekstrovert tersebut memakan waktu tidak kurang dari 4 jam. Introvert hampir selalu memperkirakan setiap perkataannya atau bisa dibilang cenderung kalkulatif. Apakah perkataan ini penting, bisa dianggap lucukah, cocokkah ini dengan konteks, bagaimana kira-kira reaksi pendengarnya, atau bagaimana efek jangka panjangnya. Dengan demikian introvert kemungkinan besar tidak pernah keceplosan, semuakata-katanya terencana. Kalaupun pernah terdengar seperti keceplosan, pasti itu disengaja. Saya sendiri pernah beberapa kali melakukan hal ini.

Introvert itu pendiam? Mahal suaranya?

Introvert bukan pendiam walaupun kami memang cenderung diam alias tidak banyak bicara. Hanya saja  introvert tidak suka berbicara yang remeh temeh apalagi dengan sembarangan orang kecuali mungkin dengan beberapa orang yang baru bertemu pertama kali.

Dengan demikian introvert hanya berbicara jika memang dibutuhkan. Introvert lebih suka menjadi pengamat (observer)dan menganalisa keadaan. Hey, orang yang terkuat dalam suatu ruangan atau rapat biasanya yang paling pendiam, bukan? Jika dia sudah bicarayang lain pasti mengangguk-angguk.

Intinya introvert bukan tidak suka berbicara. Merekahanya tidak suka basa-basi kecuali mungkin dengan teman dekat. Mereka juga cenderung lebih suka pembicaraan yang serius dan mendalam dibanding pembicaraan yang melebar. Kemudian, coba saja ajak saja seorang introvert mengobrol hal yang dia sukai, bisa tidak berhenti-berhenti bicaranya. Mereka juga bukan orang yang tidak pandai berbicara. Banyak seorang introvert yang bisa memberikan presentasi yang hebat. Bahkan banyak CEO yang mengakubahwa mereka itu sebenarnya introvert, misalnya Bill Gates.

Karena berpikir sebelum bicara dan tidak suka basa-basi, orang yangbicara dengan introvert biasanya tidak luwes, kadang berhenti atau jedacanggung (awkward) di tengah. Mentok. Akan tetapi, karena sifat mereka yang cenderung diam dan kalkulatif, mereka bisa menjadi pendengar yang baik dan terkadang solutif.

Introvert cenderung tertutup?

Mungkin benar. Karena tidak banyak bicara, introvert cenderung tertutup. Introvert juga tidak suka membicarakan dirinya atau hal pribadi ke sembarangan orang. Tidak seperti ekstrovert yang biasanya bicara sampai berbusa-busa dan sering melakukan dialog semi internal, mengutarakan kekecewaan, menjelaskan siapa dirinya, dan apa yang telah ia perbuat ke semua orang. Seringnya perilaku ekstrovert ini membuat gila orang introvert yang mendengarnya. Tidak seperti ekstrovert, introvert sering menyalahkan diri sendiri dan hanya mengutuk kegelapan.

Oh ya, karena introvert cenderung tertutup berbahagialah kalian yang mendapati orang introvert sebagai teman Anda yang bisa bicara terbuka tentang dirinya kepada Anda. Ia bisa menjadi teman setia sepanjang hidup.

Introvert juga tidak suka dirinya dibesar-besarkan atau jadiperhatian orang. Berbeda dengan ekstrovert yang tidak akan ragu atau canggung saat memamerkan pencapaian IP atau target di blognya atau detail mata kuliah yang diambil semester lalu beserta nilainya atau berhasil wisuda dengan cum laude. Introvert tidak. Kami tidak suka jadibahan pembicaraan. Kami akan cenderung diam misalkan saat menang lomba, mendapat penghargaan, atau pertukaran pelajar ke luar negeri. Saya sendiri pun akan begitu. Misalkan saya mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar ke luar negeri tidak akan ada yang tahu meskipun itu teman dekat sendiri mungkin hingga beberapa hari keberangkatan. Saya tidak suka hal itu mengubah pandangan orang atau jadi bahan pertanyaan saat ketemu. Tidak penting.

Introvert tidak sopan?

Sama sekali salah. Saya sudah menyebutkan bahwa introvert tidak sukabasa-basi bukan. Kami hanya ingin semua orang hidup jujur apa adanyatanpa ada kata-kata remeh temeh penghalus belaka.Kami tidak suka mengucapkan selamat baik itu selamat ulang tahun,selamat lebaran, selamat jalan, atau selamat tinggal. Kemudian, kamimenganggap pemberian testimoni dan sebagainya itu adalah hal yang melelahkan.

We will never look forward to it. Bahkan kami (atau setidaknya saya) hanya akan memberikan sapaan sedikit (seperlunya) kepada teman yang ketemu di jalan. Meskipun mungkin, jika saya melihat orang lain pergi jauh (misal keluar negeri) tanpa mengucapkan salam perpisahan saya sendiri juga menganggap hal itu kurang sopan walaupun sepertinya saya juga akan melakukan begitu. Begitu pula kebanyakan orang khususnya ekstrovert. Hal ini tidak lain buku etika yang banyak beredar dan diajarkan di sekolah mengatakan demikian dan ini tak diragukan lagi ditulis oleh ekstrovert. Karena ekstrovert berkuasa, masyarakat pun cenderung memberikan ekspektasi dan akhirnya yang demikian terjadi.

Oleh karena itu, jangan heran terhadap orang yang tidak mau memulai menyapa Anda setelah ia pulang dari bepergian jauh karena bisa jadi diaitu introvert dan menganggap hal itu tidak perlu atau bahkan melelahkan.

Sebaliknya, jika Anda mampu datangilah dia dan beri sapaan duluan.Yakinlah mereka akan membalas dengan senyum.

Saya juga membayangkan (dan sepertinyaini memang pernah terjadi) dua sahabat yang masing-masing introvertbertemu sejak lama bertemu hanya akan berhadapan dan bersalaman denganpandangan yang lebih bermakna daripada kata-kata.

Oh ya, meskipun tidak suka basa-basi, tidak berarti introvert tidaksuka atau tidak bisa melucu loh ya. Justru biasanyamereka memilikihumor masing-masing yang orisinil dan berbeda.

Introvert antisosial?

Sama sekali tidak. Memang introvert lebih nyaman dengan pikirannya sendiri. Mereka suka berpikir, suka berkhayal, dan cenderung beraktifitas sendirian atau melibatkan sedikit orang. Akan tetapi, seperti yang ditekankan di atas, introvert bukan benci berinteraksi. Hanya saja kami cenderung tidak ingin melakukan hal yang tidak perlu. Konservasi energi adalah motto kami.

Bertentangan dengan pendapat kebanyakan, introvert juga suka bersosialiasi tetapi dalam cara yang berbeda dan frekuensi yang lebih sedikit dibanding ekstrovert. Kami juga suka kok diajak pergi jalan-jalan hanya saja jika ada kepentingan misal untuk membeli sesuatu, menonton film, atau foto-foto, bukan cuma kongkow tidak jelas. Setelah itu, jika terlalu kami, kami butuh waktu untuk mengecas energi lagi danmengatur pikiran kami.

Akan tetapi, memang introvert lebih nyaman relaksasi di tempat yang tenang dibanding di tempat ramai (seperti pesta). Itulah mengapa kami susah diajak ke acara-acara atau pesta (misalnya syukuran wisuda) yang ramai. Jika kami datang pun kami tidak tahu harus berbuat apa disana.


Terus kalau ketemu orang introvert gimana?

Jika bertemu orang introvert sapalah dan ajak bicara. Intinya mulailah percakapan. Sudah saatnya orang ekstrovert mengenail lebih jauh orang-orang introvert dan melatih diri berkomunikasi dengan mereka.

Mereka tidak menyapa Anda bukan karena mereka tidak sopan, Anda tidak penting, atau bagaimana. Hanya saja itu sudah menjadi bagian dari psikologi mereka. Akan tetapi jangan terlalu banyak bicara keluar topik (off topic) atau tidak sesuai konteks (atau basa basi lah kasarnya) dengan mereka. Hal itu justru akan membuat mereka lelah.

Bagaimana saya memberi tahu teman saya bahwa saya mendukung dia dan menghargai keputusannya menjadi introvert?


Seperti yang dipaparkan di artikel Caring Your Introvert (yang memang juga menjadi basis utama tulisan ini) mengenai langkah baik menangani seorang introvert. Pertama, ketahuilah bahwa introvert bukanlah pilihan. Ia bukan gaya hidup. Ia adalah orientasi. Kedua, jika mememukan introvert sedang melamun atau diam atau bingung dikeramaian, jangan menanyakan “kenapa mas?” atau “sehat gan? ada masalah?”. Ketiga, jangan juga mengatakan hal selainnya.


Introvert dan Bipolar Disorder


Hampir semua ciri-ciri anak Indigo dimiliki introverters..
 
Dan tidak jarang mereka mengidap Bipolar Disorder atau Gangguan Bipolar..
Bipolar tidak disebut Gangguan jika pengidap sudah bisa mengendarainya..
Mungkin disebut 'Orang dengan Bipolar' kata 'Gangguan' dihilangkan..Tetapi, Bipolar disebut 'Gangguan' jika, sudah banyak memberi pengaruh terhadap Keseharian seseorang.

Bagaimana anak Indigo dan Introverters memiliki Bipolar?

Bipolar adalah sebutan untuk 'Perubahan ayunan Mood dalam waktu singkat
Depresi ke Manic (Low motivasi ke Girang) biasanya terjadi per-jam/hari  
Hiper Depresi ke Hyper Manic (terlalu low motivasi ke maniak girang) biasanya terjadi perminggu
Hypo Depresi ke Hypo Manic (sedih tetapi hampa ke bahagia yang hampa) biasanya terjadi perbulan.

'Bentuk Gangguan Bipolar' antara lain akan pengaruhi : 'Kebetahan' kerja; belajar, pacaran, perkawinan

Solusinya adalah : 'Ketabahan' kerja ; belajar, pacaran, perkawinan Dengan cara:

1. Berteman dengan orang yang produktif 'talkless do more' sehingga akan terikut suasana untuk terus bersemangat

2. Hindari sumber emosi rendah-tinggi dan halusinasi: musik mellow-metal anarki, drama mellow-drama anarki, narkoba,

3. Tenangkan jiwa dengan bersyukur dan memotivasi diri, terus melihat kesulitan hidup orang lain yang melebihi kita

4. Jauhi persainganHidup kita adalah untuk mencari ketenangan bukan hanya prestasi

5. Ini tips dari penelitian saya setelah saya menikah!Koleksi video, majalah porno karena dengan itu bisa menransfer mood yang rusak menjadi baik.

Bipolar ada bukan karena stress dan ketidak sabaran tetapi juga Gengsi dan kebiasaan bermanja atau kecil hati menerima terpaan keras di kehidupan...

Mari jujur berbicara dari mata ke muka..

Benar?
Rata-rata pengidap Bipolar akan langsung pundung karena dibentak/dikritik/ditekan lalu undur diri dari suatu projek karena terbiasa bebas berkreasi dengan cara sendiri...

Hadapi kenyataan, di dunia luar kita akan banyak jumpa pada jenis-jenis manusia dengan cara kerja beda..Dan bunuh Gengsi 'Ah aku bisa sendiri' tetapi pelihara 'Aku bisa Mandiri'.

.'Mandiri' bukan mandi dengan cara kita sendiri tetapi mandi sendiri meskimengukuti intruksi mama agar kita sabun badan dulu baru kaki..Bagaimana bisa anak Indigo memiliki bipolar?

Selain Gengsi yang mayoritas ada, kembali ke stress.. Anak Indigo sering dibully dan melihat penampakan vision / mahluk invisible, itu akan membuat shock atau tidak nyaman lalu akan nyaman kembali seperti perubahan mood pada Bipolar, bisa tidak mengganggu/mengganggu.

Bipolar sering diidap siapa saja!
Gangguan Bipolar bukan Gila..
Tidak perlu minder...

Hanya perlu agar terus menyatu dengan banyak orang, jangan merenung sendirian karena bisa memicu depresi/bad mood/low motivasi...

Apakah ada yang seperasaan dengan statemen ini? Apakah anda indigo? Apakah anda introvert ber-bipolar?

Thursday, October 5, 2017

10 Orang Introvert Paling Terkenal di Dunia


"10 Orang Introvert paling terkenal"

 
1. J.K. Rowling
Pengarang Buku Harry Potter ini terkenal introvert di kalangan teman-teman dekatnya. Memang, sih, mereka yang berkarakter introvert sering merasa paling kreatif justru ketika sendirian dan berkutat sama imajinasinya. Rowling sendiri bilang, ide membuat Harry Potter muncul pada tahun 1990, ketika dia lagi travellingsendirian di kereta yang delay dari Manchester ke London.

2. Christina Aguilera
Christina mungkin kelihatan hiperaktif banget kalau di pangggung. Tapi ternyata, di kehidupan nyata, Christina lebih senang sembunyi dari keramaian. Salah satu reporter dari majalah Marie Claire, Gaby Wood, pernah bilang bahwa Christina adalah orang yang pemalu waktu diwawancara. Gaby malah pernah nggak mengenali Christina, karena dia cuma berpakaian layaknya cewek biasa dan bukan artis.

3. Albert Einstein
Ilmuan dunia yang terkenal dengan Teori Relativitasnya ini seringkali disebut introvert. Quote Einstein sering dikutip oleh banyak introvert lainnya adalah “The monotony and solitude of a quiet life stimulates the creative mind”.

4. Emma Watson
Emma Watson mengaku dia jarang banget pergi ke pesta-pesta. Dalam sebuah wawancara dengan majalah di Inggris, Emma pernah bertanya-tanya kenapa dia kayak gini. “There must be something wrong me,” kata Emma. Tapi seiring waktu, Emma mulai terbiasa dan menerima bahwa nggak semua orang suka pesta dan kumpul-kumpul.

5. Mahatma Gandhi
Karya Gandhi dalam bernegosiasi membuktikan bahwa orang introvert juga punya kesempatan besar untuk sukses. “In a gentle way, you can shake the world”adalah salah satu quote Gandhi yang fenomenal.

6. Lady Gaga
"I don't meet that many other artists because I'm actually kind of shy. I always feel shy in the Hollywood scene. I feel a bit like I did in high school, like I don't really fit in." – Lady Gaga
Nggak percaya ‘kan Lady Gaga sebenarnya pemalu? Secara do’i punya cara luar biasa dalam mengekspresikan diri dengan berbusana unik dan eksentrik!

7. Barack Obama
Presiden Amerika Serikat ini terkenal tegas, to the point, dan (ternyata) introvert. Dalam sebuah artikel di New York Times, sang penulis Peter Baker bilang, Obama selalu berpikir sebelum bicara. Dia lebih nyaman berada berdiskusi dengan sekelompok kecil orang dan terlibat diskusi yang sangat dalam.

8. Mark Zuckerberg
Kepribadian Mark Zuckerberg yang introvert malah membantu Mark membuat dan mengembangkan Facebook. Kesendirian Mark justru bikin dia punya ide-ide inovatif untuk Facebook. Kata Sheryl Sandberg, Facebook COO, dikutip New York Times post, Mark yang introvert sering banget dianggap dingin dan sombong. Padahal kalau udah kenal dan deket, Mark adalah pribadi yang hangat.

9. Zayn Malik
Pop star kece yang baru putus sama Gigi Hadid ini bilang dia adalah introvert sejati. Zayn memang suka banget nyanyi, tapi dia nggak pernah mengharapkan punya fan base sebesar sekarang. Zayn bilang, dia masih suka nggak tahu gimana harus bersikap di keramaian, lho.

10. Keira Knightley
Keira nggak malu-malu bilang kalau dia culun banget di setiap acara kumpul-kumpul. Keira mengaku lebih suka duduk di pojokan dan berusaha ngajak satu orang ngobrol. Atau malah, Keira lebih suka ke dance floor lalu joget-joget sendirian. Yang penting nggak bersosialisasi!